27 Februari 2009

Demam


Demam

Kata ini menurut KBBI edisi 3, memiliki dua makna. Demam bisa berarti keadaan yang berhubungan dengan sakit, terutama panas. Makna kedua berhubungan dengan keadaan, yaitu perasaan tidak tenang -misalnya demam panggung- atau bisa pula bermakna tergila-gila.

Nah, hubungannya dengan tergila-gila ini, demam yang lagi asyik-asyiknya berjangkit salah satunya adalah: facebook!

Seorang rekan cpns kemarin sore setengah berteriak -entah heran atau sebel- "Gila, sekarang lagi demam facebook, padahal aku lagi belajar friensdster!"

Ucapan ini bukan tanpa bukti. Siang hari pada jam kerja yang seharusnya untuk melaksanakan tugas(!), ternyata lebih dari 15 orang kenalan saya yang online(termasuk pen-).

Demam facebook memang sedang pada taraf inkubasi. Selalu ada dua efek sebagai ikutan dari suatu keadaan: positif dan negatif. Sisi positifnya kita jadi tidak gaptek IT (meski cuma chating), ketemu teman lama (sungguh!), dan ada kegiatan (buat yang bengong). Namun, selalu saja kecanduan membuat kita lupa waktu, malas mengerjakan tugas (bahkan ke toilet sekalipun!), dan tidak produktif.

Semua memang kembali kepada kita, sungguh!

23 Februari 2009

Maklum

Selama masih berada di negeri ini, kata teman yang sekarang berada di Morotai, maklum dan sabar adalah kata yang harus diaplikasi setiap hari.
Maka, kita harus maklum bila sopir Metromini ngebut. Mereka ngejar "setoran", katanya. Jadi mesti sabar.
Kita harus maklum bila jalan ditrotoar harus mengalah dengan sepeda motor. Jalan makin terasa sempit dan macet, katanya. Jadi mesti sabar.
Kita harus maklum bila Transjakarta makin sesak, kondisinya makin memprihatinkan.
Nah, soal maklum pula yang membuat penumpang kereta api Gumarang menjadi orang-orang yang sabar, tadi malam.
Syahdan, kereta api yang bertarif bisnis! dan eksekutif! (meski pelayanan dan standarnya tidak jelas) ini berangkat dari Surabaya sudah sesuai jadwal. Artinya, kalau mundur 5 menit masih dalam batas yang sangat-sangat wajar. Bahkan sampai di Stasiun Cepu-pun, masih sesuai jadwal. Lagi-lagi, terlambat 5 menit bukan dihitung sebagai keterlambatan. Sebelum naik kereta saya masih sempat melirik ke atas peron. Lho, spanduk yang menyatakan tekad PTKA untuk memberikan kenyamanan pada pelanggan (penumpang kali....) terutama dalam hal ketepatan waktu, kok nggak kelihatan? Ah, kereta sudah mau berangkat lagi. Segera naik, cari nomor kursi, dan tidur!
Pukul 03.00 seharusnya kereta sudah sampai Cirebon. Waktu lihat keluar jendela, yang tampak hanya hitam. Menurut penumpang di sebelah, kereta sering berhenti dan lama sekali berhentinya. Ternyata kereta blum sampai Cirebon, karena setelah berhenti (lagi) di stasiun berikutnya, yang tertulis adalah Stasiun Pekalongan! Wah, tiba di Jakarta pukul berapa ini nanti?
Akhirnya, memang kereta tiba di Stasiun Kota Jakarta, pukul 10.20 WIB. mundur dari jadwal yang seharusnya pukul 06.30. Bagusnya saudara-saudara kita adalah tidak lantas ngamuk, marah, dan ngomel ke PTKA. Hampir semua maklum, kereta api memang harus terlambat. Meskipun dalam hati pasti jengkel dan mengumpat.
Iwan Fals juga pernah bilang, terlambat dua jam tiga jam adalah hal biasa. Kalau sekarang terlambat empat jam, ya maklum dan kita harus tetap bersabar. Penumpang makin banyak, urusan yang harus ditangani PTKA juga makin banyak. Maka wajar kalau terlambatnya makin lama. Bagaimanapun, kereta api telah mengantarkan kita sampai ke tujuan dan membuat ekonomi rakyat (yang pelakunya diwakili pedagang di kereta) bergulir.
Saya masih mengingat-ingat spanduk yang berisi tekad PTKA di Stasiun Cepu untuk bisa datang dan berangkat tepat waktu dalam memperingati HUT-nya, masih ada, sudah dilepas, atau saya yang tidak melihat. Kalau tekad itu suatu saat akan diwujudkan, ah betapa mulianya PTKA nanti, semoga.

17 Februari 2009

Satu Lagi

Minggu kemarin, tepatnya Rabu (11/2/09) satu lagi persyaratan yang harus kami tempuh telah usai. Pemeriksaan kesehatan (lho, kok jadi: tes kesehatan?) dengan hasil, kami adalah bagian dari penduduk negeri ini yang dinyatakan: memenuhi syarat untuk melaksanakan semua tugas pada umumnya! Alhamdulillah, hasilnya telah diterima, dicopy (untuk arsip!) dan segera akan diserahkan kepada pihak yang berwenang.

Nah, wacana (padahal: isu) paling hangat yang sayup-sayup sampai apalagi kalau bukan: penempatan! Yang, sebagaimana sering dihembuskan oleh oknum-oknum berseragam hitam-putih (tentu derajat kepercayaannya tak lebih dari 23%): akan segera dilaksanakan. Meski tanggalnya masih sangat belum jelas, tetapi, sesuai ikrar sebelum melaksanakan orientasi bahwa: kami bersedia bertugas di semua meja yang berlogo BPN kembali hinggap di pelupuk mata. Maka, yang mesti dilakukan adalah persiapan. Siap bekal: pengetahuan, mental, dan yang pasti: dana. Mungkin urusan yang terakhir ini yang paling berat, tetapi harus tersedia.

Sabelum SK yang begitu ditunggu-tunggu (karena deg-degan) diterima, satu hal yang harus dilakukan adalah berdoa. Meskipun, semua yang diberikanNya adalah yang terbaik.

05 Februari 2009

Memang ...

Satu komen yang masuk hari ini berasal dari seorang blogger senior (tingkat RT).
Kelompok5bpn membuat blog karena memang sudah merasa sebagai satu "persatuan", ibarat satu personal. Kebersamaan setiap hari, dari pagi sampai sore selama hampir setahun ini menjadikan kami dekat -meskipun ada saja friksi kecil antara anggota "persatuan" ini.
Toh, meskipun lahir dari rahim ibu yang sama, pasti ada saja friksi yang terjadi. Lha, apalagi kelompok5bpn ini yang lahir dari rahim-rahim yang lain. Jadi wajar kalo ada friksi, yang semoga tidak mengarah ke konflik, apalagi sengketa, bahkan malah perkara....

Salah satu niat awal dibuatnya blog ini yaitu tadi, menjadikannya sebagai media ekspresi dalam kerangka "persatuan" kelompok5bpn, yang tentu akan membuka peluang untuk terbentuknya sikap saling memahami, toleransi, sabar, dan bla-bla-bla yang lain.

Nah, sikap positif itulah yang sebenarnya akan menjadi bekal kita untuk menjalankan tugas berkarya bagi negeri ini, di manapun ditempatkan.
Terlalu muluk? Namun, itulah visi kami.

04 Februari 2009

Siang ini

Siang ini kami semua sibuk, trex sedang mamandangi laptop merk acernya,nur sedang mengotak-atik lenovonya , tj sedang mengamati koran dengan penuh keseriusan, dita ada di depan axioo green milik tj, sita sibuk dengan entry datanya, pegawai-pegawai lain sedang membahas sesuatu yang tak kuketahui, dan aku sendiri sedang apa? Tentu saja sedang memasukan sedikit tulisan yang mungkin agak sedikit ngawur kedalam blog kita! siang ini tidak hujan, padahal tadi pagi hujan mengguyur deras ibukota, bahkan ada beberapa cpns yang berangkat dengan memakai kaos dan sendal untuk menghindari basah karena hujan.
Terdengar alunan musik degung sunda, suara itu berasal dari toshiba satellite-nya munawar yang seddang kupegang. Entah kenapa dia menyetel musik yang mendayu-ndayu ini, konon katanya dia memang penggemar musik etnik, begitulah menurut informasi yang saya dengar dari sumber terpercaya. Tapi musik etnik dari toshiba satellite ini bukan satu-satunya yang dapat dinikmati di ruangan ini, karena nun dekat disana terdengar suara tompi dari axio greennya tj dan Dita yang sedang memegangnya, apakah dita suka lagu itu aku belum sempat mananyakannya, ah tapi tiba-tiba lagunya berubah menjadi lagu terima kasih cinta punya afgan. Apakah Dita sedang mengungkapkan perasaannya...?? Entahlah??
"Kamu sedang ngetik apa?" tanya orang disebelah kananku, "Oh ini ngetik blogger,"jawabku.
Sementara di seberang sana, Sita tetap asyik di depan komputer. Apakah yang sedang dikerjakan, entahlah....? Nggak ada yang tahu juga, kenapa dia sekarang nampak berbeda dari sebelumnya...Lebih suka menyendiri, ada apa gerangan...?
Ah sebaiknya cepat-cepat kusimpan atau send sekarang aja sebelum sinyalnya ilang.

- Jendral -

Dari Sabang sampai Merauke







Dari Sabang sampai Merauke, berjajar Kanwil-kanwil...
Dimanakah "Omm dan Tante" akan terdampar nanti..?

Rabu Kami, Hujan ......

Dari Malem Hujan

Hujan yang turun sejak sore kemarin membuat kami cemas.
Banjir sudah terjadi di berbagai daerah di tanah air.
Berharap banjir yang "memang semestinya" terjadi tidak mengganggu aktivitas kami,
adalah keniscayaan.

Meski hujan yang bikin banjir itu membuat kami cemas, namun yang terjadi kemarin siang di
Sumut, jelas lebih menyedihkan.
Keinginan untuk memperoleh yang "lebih baik", ternyata mengorbankan hak orang baik yang lain.
Bisakah kita lebih bijaksana, menahan diri, dan berbuat lebih baik "yang tentu tidak mengorbankan orang lain" meskipun di tengah situasi yang sangat tidak menguntungkan saat ini?
Sebagai manusia yang "berakal dan berbudi" tentu kita punya potensi untuk itu.
Semua berpulang pada kita.
Semoga hujan sepanjang malam kemarin tidak menumbuhkan ketidakpedulian kita pada sesama di waktu mendatang.

03 Februari 2009


gw Trananda Pratama Achmad
gw lahir di Jambi, 17 Juni 1981
tinggal di Bandung
Lulusan Ilmu Tanah Pertanian Unpad
denger2 namanya jadi keren sekarang, Jurusan Agritech
ceu ilah!
kerja di..............BPN lah!
Sementara ngekos di blok a bareng beberapa makluk kelompok 5 lain
cita-cita pengen jadi deputi 3 BPNRI
itu juga karena kerja Di BPN
kalo gw jadi artis ya cita2nya pengen jadi vokalis di sebuah band terkenal
trus apa lg ya, hobby baca, dngrin musik ma maen musik, trus gangguin temen2 gw
moto : impossible is impossible
"Langit itu selalu cerah. bila gelap itu hanya awan yang menghalangi dan cahaya yang sementara pergi"

tes tes

gaya euy..... kelompok 5 punya blog...... hebat....hebat... salut lah saya...ternyata kelompok 5 udah bisa bikin blog.....kelompok saya belum. lho?! saya kan kelompok 5?!

Kami Satu Tim

Kami satu tim, satu hati.
Blog ini menjadi media kami berekspresi, berbagi informasi,
dan berbagi kangen (!).